Kamis, 16 Oktober 2008

Tiket a7x laris manis

Pramudito | - Strategi penjualan dengan sistem tiket presale seharga Rp 195.000 yang ditawarkan bagi fans Avenged Sevenfold cukup sukses. Hanya dalam waktu lima hari yang disediakan untuk pembelian tiket presale (tanggal 8-12 September 2008), Java Musikindo, selaku promotor berhasil menjual 2700 lembar tiket.

Dan hingga Sabtu (27/9) total tiket A7X yang terjual sudah 80 persen. “Ini bukti animo masyarakat terhadap pertunjukan grup musik itu cukup besar,” cetus Adrie Subono, pentolan Java Musikindo kepada Surya, Sabtu (27/9).

Ditambahkan, harga tiket normal untuk kelas festival maupun tribun besarnya Rp 325.000. Untuk pentas Avenged Sevenfold (A7X) Live in Concert yang digeber di Tennis Indoor Senayan, Jakarta tanggal 22 Oktober mendatang penonton tidak dibedakan antara pembeli tiket kelas festival maupun tribun.

Meski penikmat musik Jatim tidak kebagian tiket presale, namun tidak menyurutkan minat menonton pentas dari grup band berkualitas tersebut. Terbukti Harian Surya menerima banyak telepon dari fans A7X yang ingin mendapatkan tiketnya.

“Tapi, hanya yang datang dan langsung membayar lunas yang bisa dilayani. Ini karena tiket yang disediakan terbatas,” ujar Zera, staf Sekretaris Redaksi Surya yang menangani penjualan tiket Avenged Sevenfold (A7X) Live in Concert.

Grup musik yang dibentuk tahun 1999 di California ini awalnya berada di jalur heavy metal dan telah merilis empat buah album. Album pertama diberi judul Sounding the Seventh Trumpet (2002), disusul album kedua Walking the Fallen (2003).

Di album kedua, band yang diawaki M. Shadows (vokal), Synyster Gates (lead guitar), Zacky Vengeance (guitar), Johnny Christ (bass), dan The Reverend (drum) ini menggandeng Xl Rose, Kyle Minoge, dan Chris Cornell. Berikutnya A7X merilis album City of Evil (2005), dan Avenged Sevenfold (2007).

Grup yang pernah pentas di Jakarta tanggal 7 Agustus 2007 itu belakangan memilih jalur musik pop. Alasannya, konon lantaran mereka menuai kritik akibat banyak karyanya 'mengadopsi' effek suara yang telah hit sebelumnya. Mereka mengaku heavy metal tidak cocok bagi mereka, dan lebih menyukai musik pop.


Tidak ada komentar: